|

PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADI’IN


 
Pondok HIDAYATUL MUBTADI’IN didirikan pada tahun 2000 yang beralamat di Kebarongan, RT 02 RW 13. Diasuh oleh bapak Mohamad Takhrir. Pertama kali pondok ini didirikan jumlah santri yang masuk atau yang menimba ilmu di pondok ini mencapai 17 orang. Terus berkembang cukup pesat dan puncaknya pada tahun 2007 sampai sekarang, dan jumlah santri mencapai 67 orang, mayoritas laki-laki.

Bersama dengan ibu Fitri Nur Chotimah, beliau adalah isteri dari bapak Mohamad Takhrir, mereka berdua memberi nama pondok ini HIDAYATUL MUBTADI’IN yang artinya, hidayah adalah petunjuk dan mubtadi’in adalah pelajaran dari yang paling bawah. Jadi pondok ini mempelajari ilmu dari tingkat TK sampai perguruan tinggi. Selain para remaja, mulai dari SMP, SMA, Perguruan tinggi, sampai para Dosen pun ada yang belajar disini.

Dalam pondok pesantren ini mengajarkan berbagai ilmu agama seperti fiqih, tafsir atau ilmu alat, nahwu sorof, ketabiban para rosul atau pengobatan, al qur’an hadist, khitobah, dan pelajaran keagamaan yang juga ada pada MAN. Menurut beliau dalam segi pendidikan untuk menengah atas, beliau lebih cenderung pada MAN dari pada SMA atau sederajat, apalagi jika siswa tersebut bagian dari santri pondok. Dengan adanya kegiatan seperti ini, membuktikan bahwa siswa MAN baik, karena dapat meningkatkan kreatifitas siswa dan mental siswa untuk mengenal lebih dekat tentang ulama. Apalagi jika didukung oleh guru-guru yang hafal Al Qur’an dan hadist. Karena sudah sepantasnya hal tersebut menjadi keunggulan MAN dari pada sekolah lain. Para santri dalam pondok ini tidak terikat aturan untuk sekolah di sekolah yang berciri khas agama, mereka juga diperbolehkan untuk sekolah di SMA atau sederajat.

Dalam mencari santri untuk belajar di pondok, tidak menggunakan promosi atau yang lainnya, mereka para santri datang dengan hati yang tulus dan dukungan dari orang tua. Dengan demikian tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Sehingga ilmu yang beliau miliki dapat bermanfaat bagi para santri.

Sebagai kendala yang dihadapi beliau adalah istirahat yang kurang, karena beliau juga sering menularkan ilmu di luar pondok. Bahkan sering kali beliau membaca Al Kitab sampai larut malam. Beliau tetap ikhlas untuk mengurus pondok tersebut, karena beliau menetapi kewajiban sebagai makhluk ALLAH SWT.

Dewi_ Mega_Nurul_Septi_Aris-X5
Mega SoLiah 09 April jam 2:28

Posted by mading man sumpiuh on 20.53. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADI’IN"

Leave a reply

Silakan tinggalkan pesan BOZ .....

Arsip Blog

Komentar Pengunjung

Posting Terbaru