PABRIK TAHU MILIK PAKA DEDE

Sumpiuh di Karedenan Banyumas terdapat pabrik tahu yang baru-baru ini telah berdiri pada tanggal  12/09/2011. Pabrik yang didirikan Pak Dede ini sekitar 3 bulan yang lalu telah memasarkan tahu tersebut di Pasar Sumpiuh. Beliau menjual tahu dengan harga Rp 100,-  dan        – Rp 500,-  tiap potonganya. Usaha pembuatan tahu ini telah berdiri sejak ia tamat dari SMP kira-kira sekitar tahun 1987. Adapun bahan-bahan untuk membuat tahu adalah kedelai, aci, laru” Kata Pak Dedi dengan ramah sewaktu ditanya oleh team kami.”
Sahabat Mading MAN Sumpiuh yang tercinta pada kesempatan ini Pak Dedi juga menuturkan bagaimana cara pembetuan tahu. Nah lhoo pingin tahu kan caranya ? ini lhooo caranya sahabat Mading. Mula-mula kedelai direndam, digiling lalu dikukus setelah itu disaring antara ampas dengan aci diberi laru lalu dipisahkan. Kemudian dicetak” jelas pak Dede.”
Adapun pemasara tahu buatan Pak Dedi tersebut masih diedarkan di daerah sumpuih saja, yakni  di pasar Sumpiuh, pemasarannya belum menyebar karena masih memproduksi tahu dalam partai kecil . Proses pembuatannya juga tergantung kecepatan kerja. Jenis tahu yang di buat Pak Dede biasanya tahu putih dan tahu goreng. Harga yang ditentukan dari tiap tahu tergantung potongan besar kecilnya tahu, ada yang satu potong seharga Rp 100,- dan ada yang seharga  Rp 500,-. Tahu yang paling di sukai oleh konsumen  adalah jenis tahu yang ukurannya besar,  jelas pria berkulit sawo matang tersebut.

19.03 | Posted in | Read More »

SUKA DUKA MENJADI KAUR PEMBANGUN


         Anggapan menjadi kaur yang selama ini kita anggap mudah  ternyata tidak seperti yang kita kira. Pada umumnya kaur pembangunan itu gampang- gampang susah. Ada berbagai problematika dalam menjadi kaur pembangunan. “Ujar pak Taslim” yang menjabat menjadi  kaur pembngunan di desa Sidamulya.
      Pria kelahiran Banyumas 10 Juni 1959 menjabat menjadi kaur pembangunan sejak tahun 1993 . Sebelum menjadi Kaur Beliau  pernah menjabat menjadi ketua RT dan hansip.
      Selama menjadi kaur pembangunan   di desa Sidamulya, Beliau dan masyarakat setempat telah bergotong royong membangun fasilitas di desa Sidamulya. Cara membangun desa yang baik “ya musyawarah masalah dana, donatur- donator, usulan –usulan kepada pemerintah dan musyawarah –musyawarah masalah pembngunan.  Contohnya : Pembangunan Jembatan , Pengaspalan jalan, Mushola, Kantor PKK ,Kantor LKMD, dll.  Tutur Pria kelahiran tahun 1959 ini.”
Pembangunan tak Lepas tak lepas dari bantuan kepada desa, LKMD ,RT/RW, termasuk masyarakat dan perangkat –perangkat desa yang lain. Dana yang digunakan dalam pembangunan desa , ternyata tidak keseluruhan dari pemerintah melainkan juga dari sumbngan masyarakat setempat.
       Jika desa akan membangun sebuah fasilitas terkadang ada kesulitan yaitu , dana nya sudah habis hal ini yang menghambat sebuah proses pembangunan. Tentu saja menjadi kaur pembangunan “Senang, bergotong royong membantu masnyarakat mengajak masnyarakat untuk saling menbantu satu sama lain “. Kata bapak Taslin tentang Perasaanya.
     Dan Beliau juga mempunyai harapan untuk desa Sidamulya kedepanya yaitu ,supaya lebih maju lagi, pembangunan lancer,  lalu lintas jalan lancar , Transportasinya juga lancar, Keamanan lingkungan desa Sidamulya aman. Tempat –tempat Ibadah supaya lebih ramai untuk beribadah , pendidikan meningkat, perkomian penghasilan pertanian supaya meningkat dan masnyarakat sejahtera. 
X 5 2012

17.35 | Posted in | Read More »

PROSES PEMBUATAN GULA MERAH

     Ibu Latifah adalah seorang pembuat gula merah yang masih bertahan di era metropolitan ini. Usaha ini ia lakukan ± 18 tahun. Warga desa Selanegara Kec. Sumpiuh Kab. Banyumas ini adalah salah seorang pembuat gula yang melakukan usaha ini  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak ada gula yang diproduksi maka tidak bisa makan ”Ujarnya”. 
      Usaha ini mengalami kendala jika musim hujan karena di musim hujan bambu yang untuk menampung nira menjadi penuh terisi air hujan, sehingga proses pemasakan menjadi lama dan hasilnya juga kurang bagus.  
      Dalam proses pembuatan gula merah ini menggunakan sedikit obat (zat pengawet) dan laru yang campurannya dari galih nangka dan kulit manggis yang dikeringkan sehingga gula yang diproduksi berbeda dengan gula produksi lain.
     Pohon kelapa yang sudah bisa mulai disadap, adalah pohon yang sudah berbunga (sudah keluar manggar). Dari sekian pohon kira-kira 10-12 pohon nira yang di sadap ini menghasilkan ± 30 liter dalam setiap panjat. Ini bisa menghasilkan gula merah ± 1 kg. Pada proses pengolahan air nira ada beberapa proses diantaranya penyaringan, perebusan, prapencetakan (menitis) dan mencetak. Pada proses penyaringan ini bertujuan untuk memisahkan antara air nira dengan serangga bunga kelapa yang rontok.
Kalau pada proses perebusan ini memerlukan waktu ±5 jam dari proses penyaringan. Proses ini dilakukan agar air nira terpisah dari sari patinya. Pada proses pra pencetakan (menitis) ini bertujuan agar gula dihasilkan keras, yang siap dipasarkan ”Ujar Bu Latifah sewaktu kami wawancarai”
 
                                           Penulis : Abdul Majid, M. BahtiaR, Afiq M.   :     X-1

23.43 | Posted in | Read More »

Arsip Blog

Komentar Pengunjung

Posting Terbaru