|

Pabrik Sohun Milik Muhammad Arief

Sumpiuh, 13 Februari 2010
PD. Makmur Sentosa merupakan salah satu pabrik produksi pembuatan mie sohun. Pabrik ini mulai berdiri pada tahun 2008 dan mulai beroperasi pada bulan Juni, bertempat di Jl. Sumpiuh Kradenan Rt 06 Rw 02. “ Pabrik ini di dukung oleh 3 orang pendiri PD. Makmur Sentosa”, ujar Muhamad Arief. Adakah tahapan-tahapan dalam proses pembuatan mie sohun? “iya ada, di sini ada 3 tahapan yang harus di lalui dalam proses produksi sebelum memperoleh sohun berkualitas baik siap di konsumsi, dangan bahan baku berupa sagu”, ujarnya.
 
Ada 3 (tiga) tahapan yang harus dilalui dalam proses produksi sebelum memperoleh Shoun berkualitas baik siap konsumsi. Adapun tahapan tersebut adalah:
I. Pengolahan bahan baku Sagu menjadi bahan ½ Jadi;
II. Proses Produksi;
III. Packing.
I. Pengolahan Bahan Baku Sagu Menjadi Bahan ½ Jadi
Bahan baku ½ jadi adalah: bahan baku yang sudah siap untuk di olah kembali dalam proses produksi menjadi shoun. Untuk memperoleh bahan baku ½ jadi, ada beberapa proses yang harus di lalui, prosesnya sebagai berikut :

A. Menyediakan bahan baku sagu sebanyak ± 1.7 ton (1700 kg)
Sagu merupakan bahan baku utama pembuatan Shoun, ada dua jenis sagu yang biasa kita kenal yaitu: Sagu kering, Jenis sagu yang sudah dikeringkan terlebih dahulu sebelum di proses, sehingga tidak mempunyai kandungan air di dalamnya. jenis ke dua Sagu basah yaitu: Jenis sagu yang masih mengandung kadar air di dalamnya, sehingga mempunyai daya tahan lebih pendek dibanding sagu kering. Dari segi kualitas PD. Makmur Sentosa selalu menggunakan jenis sagu yang berkualitas baik, hal ini dibuktikan dengan perolehan prosentase perbandingan sagu awal sampai dengan di hasilkannya shoun mencapai ± 55%.

B. Pengolahan Sagu
Sagu kemudian dimasukkan kedalam bak pemrosesan dengan ditambahkan air ±160 m3 sebagai pelarut, kemudian di aduk. Sebagai bahan pemutih sagu kita mempergunakan kaporit. Setelah sagu larut dengan air, sagu tersebut di saring menggunakan saringan ukuran mes 60. Mengapa menggunakan saringan sekecil ini? “Hal ini dimaksudkan agar dapat memaksimalkan kotoran-kotoran kecil tidak bercampur dengan sagu tersebut, sehingga diperoleh kualitas bahan baku yang bagus dan bersih” ujar pebisnis kelahiran 17 Agustus 1983. Dari kualitas air, setiap air yang di ambil dari sumur terlebih dahulu di saring dan di tampung terlebih dahulu dalam bak penampungan, dengan harapkan di peroleh air yang jernih dan terhindar dari kemungkinan adanya kontaminasi zat-zat tertentu.
Selesai di saring sagu tersebut harus diendapkan dengan kurun waktu minimal 2 jam, 2 jam ini merupakan batas minimal sagu dapat mengendap secara keseluruhan. Proses selanjutnya setelah dipastikan sagu benar-benar mengendap, air dalam bak tersebut dibuang untuk diganti dengan air baru kembali kemudian di aduk. Dalam 1 (satu) hari proses pengadukan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali setiap hari selama 7 (tujuh) hari. Pengadukan pertama sagu di tambahkan Kaporit sebagai bahan pemutih, dan Adukan ke dua sagu tidak lagi di tambahkan kaporit sebagai bahan pemutih, cukup di perbanyak jumlah air dalam bak, yang sering disebut dengan istilah pencucian. Pemakaian Kaporit sebagai bahan pemutih sagu mempunyai aturan atau tahapan, dimaksudkan untuk menjaga kualitas, menimbang Kaporit mempunyai efek panas apabila dalam pemakaiannya berlebihan akan berakibat merusak mutu dari sagu iti sendiri, sehingga dibutuhkan takaran yang sesuai dengan kebutuhan.
 
C. Pewarnaan
Hari ke- 8 merupakan hari terakhir pengolahan sagu menjadi bahan ½ jadi. Proses ini sering disebut dengan istilah penyumboan (Sumbo) yaitu proses pewarnaan pada sagu. Menggunakan air yang sama dengan takaran pada pengadukan-pengadukan sebelumnya, sagu di aduk kembali dengan menambahkan pewarna makanan ±1 sendok teh dan Hakol sebanyak 0.5g dengan maksud agar shoun nampak cerah. Hasil pewarnaan di diamkan sampai benar-benar telah mengendap lalau di keringkan.
“ Inilah proses pengolahan sagu menjadi bahan ½ jadi selesai”, ujar lulusan Sajana Ekonomi ini.

II. Proses Produksi
Masuk langkah selanjutnya setelah bahan baku siap digunakan yaitu proses produksi. Tahapan ini merupakan proses pembuatan dari sohun itu sendiri. Dalam prosesnya bahan ½ jadi yang telah kering diambil secukupnya, masukkan dalam loyang adonan dengan menggunakan air yang mendidih. Sagu tersebut di larutkan sampai agak mengental, lalu didiamkan sebentar ± 8 detik supaya adonan tersebut kenyal. Langkah selanjutnya adonan tersebut diaduk sampai benar-benar rata. Adonan yang sudah di aduk rata di masukkan kedalam kopakan (tempat pembuatan sohun), dalam kopakan terdapat lubang sebagai tempat sekaligus ukuran keluarnya adonan sagu yang akan menjadi sohun. “Tidak lupa setiap kopakan di taruh saringan kecil ukuran mes 20 dengan tujuan apabila terdapat kotoran yang bercampur dengan adonan tidak ikut bercampur kedalam sohun, sehingga kebersihan diharapkan semaksimal mungkin benar-benar terjaga”, harapnya.
Adonan dalam kopakan kemudian di pres dengan tekanan tertentu. Proses pengeringan di lakukan dengan penjemuran menggunakan ancak (tempat adonan di jemur yang terbuat dari seng) di bawah sinar matahari. Dalam waktu tertentu sohun kering kemudian di pisahkan dari ancak dan siap di packing. Ancak yang kosong kemudian di isi adonan kembali, di jemur dan berulang-ulang dalam prosesnya. Dalam proses produksi setiap unit menggunakan tenaga manusia ±23 orang. “inilah secara singkat tahapan-tahapan produksi telah di lalui”, ujarnya usahawan lulusan UMY tahun 2004.

III. Packing
Packing merupakan proses akhir dari produksi. Sohun yang telah kering dan di pisahkan dari ancak kemudian di kemas kedalam berbagai ukuran tergantung permintaan konsumen. Dalam pengerjaannya sohun di gulung kecil-kecil di sesuaikan dengan ukuran plastik, di susun rapi ke atas lalu plastik di bungkus dengan menyertakan nomor atau huruf sebagai tanda dari membungkus tersebut. Tanda tersebut di maksudkan apabila terjadi kerusakaan atau kurang rapi dalam pembungkusannya dapat di kembalikan kepada orang yang bersangkutan untuk di perbaiki. Di harapkan kedisiplinan tersebut dapat memberikan kualitas dan kepuasan tersendiri bagi konsumen. “Proses packing telah selesai sehingga sohun telah siap di pasarkan kepada konsumen”, katanya.

“Dalam pengerjaannya memang tidak semudah teorinya terdapat kendala-kendala yang terkadang datang menyertai proses produksi, namun demikian saya selalau bekerja dengan ikhlas, ikhtiar dan pasrah kepada sang penguasa niscaya halangan tersebut akan teratasi dengan sendirinya”, harapnya dengan penuh ikhlas.

“Seiring dengan (beragamnya kebutuhan konsumen) perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dan beragam seperti sekarang ini. Banyak jenis-jenis usaha yang dilakukan guna mencukupi kebutuhan konsumen yang semakin banyak dan beragam. PD. Makmur Sentosa memenuhi salah satu dari kebutuhan konsumen tersebut yaitu kebutuhan mie sohun. Sohun ini sering dipakai sebagai campuran soto, sayur sohun. Semakin banyaknya pabrik-pabrik sohun yang berada di karesidenan Banyumas menambah persaingan dalam proses pemasarannya, konsumen diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk memilih. Pasar yang menentukan kualitas dan mutu dari tiap-tiap sohun yang berada di pasaran”, kata lelaki tertua ini dari tiga bersaudara.
“Bahan baku ini saya dapatkan dari kota Pontianak-kalimantan barat dan selain ini saya juga menyampingkan usaha yang lainnya seperti membuka cabang lain di luar kota, dan saya berkeinginan pula untuk membuka bisnis tepung tapioka jika Allah menghendaki”, harapnya ingin sekali terwujud. Mengapa anda berpikir untuk bisnis mie sohun, mengapa tidak yang lain? “Karena saya ingin membuka lapangan kerja baru dan membuka yang baru di daerah ini”, ujarnya ingin mengurangi kemiskinan yang ada. Apakah banyak orang yang membeli dari luar kota? Dan mengapa banyak? “ Iya tentu ada dan banyak, dari luar provinsipun ada, karena saya menjualkan sohun ini bisa secara eceran maupun secara grosir dan apabila dari pemesan ingin di antarkan sampai tujuanpun bisa”, ujarnya untuk dapat memuaskan pelanggan.
Sohun rasanya memang sederhana, tetapi justru itulah sisi istimewanya. Yang lebih menarik sohun sangat mudah di kombinasikan dengan bahan makanan yang lain. Tak terhitung menu bahan sohun kini. Nikmati kapan saja yang kita suka, sambil memupuk manfaatnya.
disusun oleh :
Annisa, tika, ida, vita 
Rahma Pysscraf Dulce 13 Februari jam 23:43

Posted by mading man sumpiuh on 10.47. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

1 komentar for "Pabrik Sohun Milik Muhammad Arief"

  1. Sy mau tny, apa ada contact person pd makmur sentosa ny? No tlp dan alamatny? Sy berminat untuk membuka bisnis sohun jg. Tnx

Leave a reply

Silakan tinggalkan pesan BOZ .....

Arsip Blog